Thursday, 23 May 2013

Siang ini , ketika gelak tawa sahabatku terdengar di telingaku

Siang ini masih seperti siang-siang yang kemarin. kami berlima duduk di bawah daun-daun akhir musom panas kali ini. perkenalkan keempat teman, ah bukan!. Tapi sahabat terbaikku. 

Yang pertama Maritha, gadis manis yang mengajarkanku apa itu dewasa. Usiaku dengannya memang tidak terpaut lama, namun siapa tau dibalik sosoknya selama ini, dia gadis yang dewasa, sangat dewasa, dia yanag selalu mengajarkanku apa itu sabar, apa itu rasa sakit, apa itu keikhlasan.

Sahabatku yang kedua. Ieqlima. Atau kami biasa memanggilnya vivi. Aku kerap bertengkar dengannya, karena memang cara pandnag kami dlam segala hal berbeda. Aku juga kerap neradu arguman dengannya, hanya kaena masalahyang mungkin kerap kali kami kembali ertawa jika mengingatnya. Walaupun begitu, dia temen yang setia.

Yang ketiga, Fika . Gadis yang satu ini tempatku menyandarkan penat bebanku jika aku sedang meradang. Nasehat halusnya tak jarang membuat kabut di mataku menetes. Sungguh, sahabatku yang satu ini benar-benar-pundakku, tempatku membagi keluhku tiap detiknya.

Sahabatku yang terakhir, Lisdri sustiwi. Dia tidak banyak bicara, lebih banyak diam menyembunyikan kesedihannya di selip-selip hatinya yang mudah retak. Ku kerap dibuat bingung, bagaimana bisa gadis ini menyembunyikan masalahnya rapat-rapat tanpa ada yabg pernah tau. Betapa tegar gadis ini, temenku ysng ini, selalu membuatku mengerti arti sebuah ketegaran.

Merekalah keempat sahabatku yang selalu mengisi hari-hariku dengan pemikiran lucu mereka, dengan sifat-sifat yang berbeda dari mereka tapi selalu berhasil membuatku menyunggingkan seulas senyum, mereka kombinasi yang tepat bukan ? yang dititipkan Tuan padaku sebagai pengingat disaat aku lupa arah, atau sebagai sandaran ketika aku lelah.

Aku bingung, entahlah bingung atau karna sebuah ego, aku tak berani mengungkapkan satu hal, tapi sungguh jika aku boleh jujur, aku menyayangi kalian teman, sungguh.

No comments:

Post a Comment