Wednesday, 5 March 2014

Sejak mengenalmu -fiksi-

11 November 2013 pukul 14:10
 
Selamat siang rindu yg akhir-akhir ini kerap datang sesuka hati. Kerap memenuhi ruang otakku. Menancapkan rasa sayang yg memuncak.
Aku juga hanya manusia biasa ,yg rindunya bisa menggebu kapan saja.
Sering mengintip sosokmu lewat jendela kelasku. Mencari-cari senyummu yg menggelitik urat-urat nadiku. Apa kamu pernah paham? Perkenalan singkat kita yg tercipta beberapa bulan ini membuat efek besar dalam hatiku. Sosokmu yg kerap muncul di pikiran. Sampai aku lelah hati mengusirmu menjauh .
Jika ini hanya rasa kagum, kenapa aku terlalu mengagumi ,terlalu menyayangimu sedalam ini .
Membiarkan rasaku meluber kesisi-sisi klise hatimu. Mengizinkan rinduku tampias di pori-pori kulitmu.
Kamu tentu tak paham dengan rasa yg berparasit di hatiku akhir-akhir ini . Kamu mungkin juga acuh . Atau mungkin kamu sama sekali enggan mengetahuinya .
Bisa apa ? Entahlah .cukup tau jika aku menyayangimu. Dalam tanpa paksaan

Menyayangimu tanpa syarat.. / fiksi

2 November 2013, 21:09 PM

Sungguh bukannya aku mengada-ada , bukannya aku salah mengguratkan rasa, tapi sungguh aku mulai menyayangimu.
Menyayangi sosokmu yg akhir-akhir ini kerap memenuhi rongga pikirku.
Mulai mengenal dan mulai mengetahui tentangmu awalnya menyenangkan. Kamu seperti mengotak-atik hatiku yg lama berdebu .
Aku mulai mengandai-andai apabila nanti rasakita berbaur, apabila nanti aku mengenal hatimu lebih dalam.
Namun ada yg ganjal ketika aku semakin sulit menafsirkan rasamu. Ambigu yg kerap ku salah artikan . Aku ragu tentang mimpi yg sering aku tautkan pada ujung jemariku agar nyata nantinya .
Mungkin karna aku lebih tua darimu, jadi aku lebih perasa, batinku. Tetapi kelabu yg menyiratkan jauhnya sosokmu semakin jelas .
Nyatanya kamu terlalu hitam aku kejar,dan kamu terlalu putih aku tinggalkan.
Entahlah ini apa. Aku menyayangimu tanpa syarat, aku menyayangimu seperti senja yg setia mengantar malam ,seperti embun pagi yg setia tampias dikulitmu, seperti hujan yg setia meleburkan dukamu. Aku menyayangimu tulus, setulus tatap ku menyorot kedua iris matamu.